Wadai Cincin Khas Kal Sel

Wadai atau kue cincin ini sepertinya bukan kue yang asing bagi sebagian kecil daerah di Indonesia krn masing2 daerah juga mengenal dgn kue yg satu ini hanya namanya saja yg berbeda serta bahan dan pengerjaannya juga mungkin sedikit berbeda.
Nah, kalau di Kal Sel bahannya menggunakan tambahan pisang kapas (tp di resep ini sy menggunakan pisang muli…). Dan ciri yg menonjol adalah kuenya mempunyai 4 lubang bukan satu atau lima.
Saya sertakan resep ini dalam event #jajanantempodoeloe karena kue ini termasuk dalam salah satu kelompok ‘wadai banjar 41 macam’ yang selalu hadir dalam setiap ritual adat/keagamaan sbg syarat ritual….
Resepnya saya dapat dr hasil tanya2 sama sang acil penjual, trus saya eksperimen sendiri komposisi bahannya?

responsive

Bahan untuk membuat Wadai Cincin khas Kal Sel

  • 250 gram tepung beras
  • 100 gram pisang kapas (bisa di ganti dgn pisang muli) @ 5 buah
  • 1/4 sdt garam
  • 50 gram gula pasir
  • 150 gram gula merah
  • 100 ml air
  • Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat Wadai Cincin khas Kal Sel

  1. Campur tepung beras dengan garam dan gula pasir, ratakan. Sedangkan pisang dilumatkan menggunakan garpu. + Tinggalkan pesan Batal
  2. Masukkan pisang ke dalam tepung, lalu remas2 menggunakan tangan hingga tercampur rata. Sisihkan. + Tinggalkan pesan Batal
  3. Masak air bersama gula merah sampai mendidih. Ukur sebanyak 125 ml. + Tinggalkan pesan Batal
  4. Tuang cairan gula merah panas sedikit demi sedikit sambil di aduk pelan-pelan (gunakan sendok) sampai menjadi adonan yg bisa di bentuk. Adonan cincin ini seperti adonan kue kering tp lebih lunak, jd jika terlalu cair tambahkn tepung beras sedikit. Sebaliknya kalau adonan keras beri air panas secukupnya. + Tinggalkan pesan Batal
  5. Istirahatkan adonan kue semalaman, paling sedikit 6 jam. Tapi saya nekat, 3 jam diistirahatkan langsung saya goreng. Hasilnya tidak berbeda? + Tinggalkan pesan Batal
  6. Saatnya mengolah kue : Gunakan selembar daun pisang/plastik untuk alas mencetak, olesi minyak. Pe ting : Setiap hendak mencetak selalu olesi alas mencetak dgn minyak + Tinggalkan pesan Batal
  7. Panaskan juga minyak goreng dalam wajan kecil di atas api sedang. + Tinggalkan pesan Batal
  8. Sementara itu ambil adonan kira2 sebesar pingpong (tangan di olesi minyak juga spy gampang ambil adonannya). + Tinggalkan pesan Batal
  9. Pipihkan setebal jari. + Tinggalkan pesan Batal
  10. Lubangi pakai jari sebanyak 4 lubang. + Tinggalkan pesan Batal
  11. Masukkan perlahan ke dalam minyak panas, jaga jgn sampai bentuk kue berubah (kalo bukan ahlinya, proses ini agak tricky…punya saya bentuknya selalu berubah?…). Goreng hingga kedua sisi matang. + Tinggalkan pesan Batal
  12. Sambil menggoreng kerjakan lagi untuk sisa adonan, begitu seterusnya. Jadi masak wadai cincin ini setiap habis mencetak langsung di goreng. Satu-satu masaknya, krn kuenya cepat matang jd ngga lama gorengnya. Gunakan api sedang cenderung kecil saat menggoreng. + Tinggalkan pesan Batal
  13. Wadai cincin siap di santap hangat-hangat? + Tinggalkan pesan Batal

responsive