Pisang Kapik

Bagi yang berkunjung ke Padang atau Bukittinggi jangan lupa mencicipi pisang kapik yang nikmat ini. Pisang kapik adalah #jajanantempodoeloe yang masih eksis sampai sekarang. Pisang kapik artinya pisang yang dijepit atau lebih tepatnya digeprek dengan alat khusus sehingga bentuk pisang menjadi gepeng. Biasanya penjual menawarkan pilihan untuk taburan atau toppingnya. Ada luo atau unti atau kelapa parut yang dimasak dengan gula merah, ada juga taburan dengan kelapa parut dan gula pasir saja. Tergantung selera masing-masing. Kalau saya lebih suka pisang kapik dengan taburan luo atau unti. Berhubung saya tidak punya alat khusus penjepitnya, pisang kapik ala saya ini saya “kapik” menggunakan dua buah talenan yang dialas daun pisang.

responsive

Bahan untuk membuat Pisang Kapik

  • 5 buah Pisang kepok
  • Bahan luo / unti :
  • 200 gram Kelapa parut
  • 100 gram Gula merah
  • 1/2 sdt Garam
  • 1/2 sdt Vanilli bubuk
  • 1 lembar Daun pandan

Cara Membuat Pisang Kapik

  1. Untuk luo / unti. Sisir halus gula merah. Campur kelapa parut, gula merah, garam, vanilli bubuk dan daun pandan, beri air sekitar 5 sendok makan. Masak sampai gula larut dan unti mengering sambil diaduk-aduk. Matikan kompor. Sisihkan. + Tinggalkan pesan Batal
  2. Kupas kulit pisang dan bakar pisang diatas api sedang sambil dibolak balik agar matang merata. + Tinggalkan pesan Batal
  3. Siapkan dua buah talenan dan dua helai daun pisang. Letakkan daun pisang pertama diatas talenan pertama. Kemudian letakkan pisang yang telah dibakar diatasnya. Letakkan lagi daun pisang kedua diatas pisang dan geprek dengan talenan kedua. Menggeprek pisang jangan sampai hancur, cukup sampai gepeng saja. Lakukan sampai pisang habis. + Tinggalkan pesan Batal
  4. Tata pisang pada piring saji dan taburi luo / unti diatasnya. Pisang kapik siap dinikmati selagi hangat. + Tinggalkan pesan Batal

responsive