Dodol Khas Betawi

Hampir setiap daerah punya makanan khas seperti ini. Ada yang menyebutnya jenang ada yang bilang dodol juga. Nah di tempat saya sendiri disebut dodol. Rasanya yang manis legit dan bertesktur lembut ini tidak jarang memiliki peminat yang banyak. Kue ini sudah menjadi menu wajib untuk hantaran pernikahan masyarakat betawi. Dahulu setiap membuat dodol memakan waktu yang cukup lama. Membuatnya pun harus bekerja sama. Kadang satu RT datang membantu. Disitu kadang saya rindu kebersamaan membuat dodol. Sekarang sudah hampir pudar. Karena sekarang membuat dodol seorang diri bisa dengan menggunakan wajan khusus anti lengket. Waktu yang di gunakan lebih singkat. Ini dia resep Emak yang menggunakan wajan anti lengket.

responsive

Bahan untuk membuat Dodol khas Betawi

  • 1 liter beras ketan( cuci. rendam. tiriskan dan giling)
  • 1 liter santan kental dari 2 buah kelapa tua
  • 50 gr tepung ketan hitam
  • 1 1/2 kg gula merah
  • 100 gr gula pasir
  • 1 sdt garam

Cara Membuat Dodol khas Betawi

  1. Campur tepung beras ketan. Tepung ketan hitam. Garam dan santan hingga rata. Masak diatas api kecil sambil terus diaduk. + Tinggalkan pesan Batal
  2. Setelah adonan dodol terlihat mengeluarkan minyak. Tepung bearoma matang. Masukkan gula merah dan gula pasir. Aduk terus hingga gula larut dan dodol matang + Tinggalkan pesan Batal
  3. Tandanya dodol matang… apabila di potong menggunakan pisau dodol terlihat putus. Atau apabila di cicipi. Dodol sudah tidak menempel ketika di kunyah. + Tinggalkan pesan Batal
  4. Siapkan wadah dan siap untuk dihidangkan + Tinggalkan pesan Batal
  5. Karena ingin mencoba rasa yang berbeda. Untuk hasil akhir ada yang saya beri biji wijen. Tergantung selera yaa…:-) + Tinggalkan pesan Batal
  6. Nb: hindari menggunakan gula pasir yang berlebih. Karena kue akan terasa kurang legit atau alot ketika di gigit. + Tinggalkan pesan Batal

responsive