Khasiat Daun Katuk Untuk Kesehatan Dan Ibu Menyusui

Khasiat-Dan-Manfaat-Daun-Katuk-untuk-Melancarkan-ASI

Daun katuk atau Sauropus androgynus dalam bahasa latin adalah daun sayuran yang banyak tumbuh di Asia tenggara. Tanaman ini cukup populer dikalangan ibu-ibu yang sedang memberikan ASI ekslusif kepada buah hatinya. Daun ini dipercaya bagus untuk ibu hamil dan ibu menyusui untuk melancarkan ASI (Air Susu Ibu). Karena khsiat daun katuk yang demikian berjasa dalam mengeluarkan ASi, maka kini banyak produk untuk melancarkan ASI dibuat dengan menggunakan daun katuk.

Sebenarnya, manfaat daun katuk tidak hanya itu, daun katuk juga bisa mengatasi gangguan pada kulit seperti borok, bisul, gangguan osteoporosi, serta afrodisiak (meningkatkan gairah seksual), dan mengobati demam.

Kandungan gizi daun katuk sangat baik. Katuk mengandung kalsium, zat besi, fosfor, vitamin A, B, dan C, protein, serat, efedrin, dan air.

Kandungan vitamin C dalam daun katuk sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari jeruk atau jambu biji. Sebagaimana kita ketahui, vitamin C penting untuk membentuk kolagen (baik untuk tulang, pengangkut lemak, pengatur tingkat kolestrol, komponen baik untuk gusi yang sehat, penyembuhan luka, meningkatkan fungsi otak, dan imunitas alami. Kandungan Vitamin A dalam daun katuk juga baik untuk kesehatan mata.

Klorofi (yang membantu proses fotosintesa tumbuhan) dalam daun katuk barmanfaat untuk membersikan jaringan-jaringan tubuh kita dari racun, parasit, bakteri dan virus,klorofil juga memiliki fungsi seperti antioksidan.

Namun,selain memiliki khasiat yang dahsyat, katuk juga memiliki efek samping yang dapat mengganggu penyerapan fosfor dan kalsium, menimbulkan gangguan sesak nafas, sulit tidur, tidak enak makan.

Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotema), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, magnesium. Warna gelap karena kadar klorofil yang tinggi. Daun katuk dapat diolah seperti kangkung atau bayam. ibu-ibu menyusui diketahui mengonsumsi daunnya untuk mempelancar keluarnya ASI. Perlu diketahui, daun katuk mengandung papaverina.

Pucuk tunas yang muda dijual orang di indocina dan dimanfaatkan seperti asparagus. Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan karena mudah diperbanyak dan biasa dijadikan pagar hidup