Hah, Jengkolan? No, No, No

jengkol balado

Siapa yang suka jengkol? Ups, Bagi yang suka jengkol, pernah kan kalap makan semur jengkol, rendang jengkol dan olahan jengkol lainnya? Hmm, harap hati-hati nanti terkena dampaknya yaitu jengkolan. 

Sebagian orang yang tidak suka Jengkol karena baunya yang menyengat dan tidak sedap atau tidak di sukai karena bisa menyebabkan penyakit jengkol (jengkolan).

Jengkolan 

Meskipun jengkol mempunyai rasa yang nikmat, ternyata si jengkol dapat menyebabkan penyakit jengkolan.
Orang bisa jengkolan bukan karna orang tersebut terlalu banyak mengkonsumsi jengkol, berapapun jumlah jengkol yang kamu makan, kamu tetap beresiko terkena penyakit jengkol (jengkolan).

Penjelasan Tentang penyakit Jengkolan

Tanda-tanda terkena jengkoleun biasanya muncul rasa pegal hebat di pinggang, berlanjut menjadi nyeri melilit. Sulit buang air kecil dan ketika kencing rasanya sakit bukan main bahkan kerap bercampur darah.

Penderita bisa mengalami kejang-kejang karena menahan sakit luar biasa. Namun setelah beberapa jam, gejala akan hilang dengan sendirinya, tapi bisa juga berlangsung beberapa hari. Hal itu dimungkinkan sebab di dalam jengkol yang nama latinnya Pithecolobium jiringa terdapat senyawa bernama asam jengkolat. Jika Ph darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja. Tapi kalau cenderung asam (pH kurang dari 7), asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Kristal jengkolat berupa jarum-jarum halus tidak kasat mata, yang kedua ujungnya sangat tajam yang menusuk-nusuk dinding saluran kencing. Akibatnya, timbul rasa nyeri setiap kali kencing. Karena tusukan bertubi-tubi, saluran kencing akan mengerut. Bahkan bisa mengakibatkan perdarahan, sehingga air seni menjadi kemerahan bercampur darah dan rasanya sakit luar biasa.

Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji jengkol. Jumlahnya antara 1 – 2 % dari berat biji jengkol. Tetapi yang jelas asam jengkolat ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabknya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk tersebut semakin banyak, maka kelama-lamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan jika terbentuknya infeksi yang dapat menimbukan gangguan-gangguan lebih lanjut.

Asam jengkolat mempunyai struktur molekul yang menyerupai asam amino sistein yang mengandung unsur sulfur, sehingga ikut berpartisipasi dalam pembentukan bau. Molekul itu terdapat dalam bentuk bebas dan sukar larut ke dalam air. Karena itu dalam jumlah tertentu asam jengkolat dapat membentuk kristal.

Nah, setelah kamu mengetahui tentang bahaya jengkol, apakah kamu masih mau mengkonsumsi jengkol?
Tapi tenang, semua penyakit bisa di cegah, bukan kah mencegah lebih baik daripada mengobati, maka dari itu, ayo kita cegah jengkolan denan cara:

  1. Tidak mengkonsumsi jengkol.
    Kalo kamu tidak mengkonsumsi jengkol, mana mungkin bisa terkena jengkolan, tapi kalo kamu sudah terlanjur hobi makan jengkol, lanjut aja ke cara berikut nya.
  2. Memasak jengkol dengan benar.
    Biasanya untuk membuat semur jengkol, pertama yang harus dilakukan adalah merebus jengkol agar lebih lunak, nah setelah merebus jengkol jangan langsung di goreng atao di olah menjadi semur, silahkan cuci jengkol menggunakan air putih setelah merebus, kemudian terserah mau di olah mejadi menu masakan sesuai selera.
  3. Hindari aktifitas melelahkan setelah memakan jengkol.
    Setelah memakan jengkol, jangan langsung beraktifitas yang melelahkan seperti: berlari, meloncat, mengangkat benda yang berat dan lain-lain.
  4. Minum minuman yang mengandung soda. Minumlah air soda tersebut sebelum dan sesudah makan jengkol.

Dengan melakukan pencegahan di atas, kamu tetap bisa menikmati jengkol tanpa resiko terkena penyakit jengkol (jengkolan). Selamat Mencoba.