Bakso Ini Mengandung Borax Gak Ya? Begini Cara Mengetesnya

bakso

Isu bakso mengandung boraks masih belum bisa lepas dari masyarakat. Mengapa? karena hingga saat ini masih banyak produsen makanan yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mencampurkan bahan kimia borax pada bahan makanannya.

Efek borax yang diberikan pada makananan dapat memperbaiki struktur dan tekstur makanan. Contohnya, bila boraks diberikan padsa bakso, akan membuat bakso tersebut sangat kenyal dan tahan lama.

Bukan hanya pada bakso, penggunaan boraks juga telah umum diberikan pada mi basah, lontong, ketupat, dan kecap yang bisa digunakan di kalangan masyarakat pada umumnya. Efek negatif dari penggunaan boraks dalam pemanfaatannya yang salah pada kehidupan dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia. Boraks memiliki efek racun yang berbahaya pada sistem metabolisme manusia sebagaimana halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia.

Parahnya, makanan yang telah diberi boraks dengan yang tidak atau masih alami sangat sulit dibedakan, tidak bisa dibedakan hanya dengan panca indera biasa.

Lalu bagaimana kita dapat mengetahui jka makanan yang kita santap mengandung boraks atau tidak? ada cara mudah hasil temuan dua siswi SMAN 3 semarang, Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila. Mereka telah menemukan cara mendeteksi boraks yang terkandung pada makanan dengan cara yang sangat mudah dan praktis, yakni hanya dengan tusuk gigi.

Caranya:

  1. Tusukkan tusuk gigi pada kunyit terlebih dahulu, kemudian tusukkan pada makanan yang akan diuji.
  2. Setelah kira-kira 5 detik, maka akan terlihat apakah makanan tersebut mengandung boraks atau tidak.
  3. Kunyit akan bereaksi terhadap bahan kimia termasuk boraks yaitu dengan perubahan warna.
  4. Bila makanan mengandung boraks, maka tusuk gigi tersebut akan berwarna merah.

Jadi bagi anda penggemar bakso perlu mencoba trik ini untuk memastikan bakso yang akan anda santap mengandung boraks atau tidak. Dayu dan Luthfia menamakan temuannya tersebut dengan SIBODEX (stick of boraks detector). Temuannya mereka ini berhasil menyabet medali emas pada International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014, sebuah ajang kompetisi inovasi anak.

.